Industri Hulu Migas Terdampak Corona, dari Pekerja hingga Proyek Offshore

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia telah memengaruhi seluruh kegiatan industri. Tak terkecuali juga kegiatan pada industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pandemi virus corona cukup memengaruhi beberapa kegiatan di sektor migas. Apalagi setelah pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah termasuk wilayah Jabodetabek.

Salah satu contohnya adalah transportasi material lebih lama. Khususnya untuk pengiriman material yang berasal dari luar negeri.

"Sehingga kita kalau analisa dampak Covid-19 dengan pengaturan kerja khsusnya PSBB, pertama transformasi transprotasi material terpaksa lebih lama. Terutama yang lebih krusial untuk pengiriman dari luar negeri," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (16/4/2020)

Selain itu, lanjut Dwi Soetjipto, infeksi kinerja peralatan atau fasilitas lebih lama karena work from home, sehingga apabila perlu mendatangkan pekerja dari luar negeri dan dalam negeri juga akan terganggu.

"Apabila perlu mendatangkan pekerja dari luar negeri juga mengalami kendala. Apalagi Indonesia melakukan pelarangan orang yang datang dari luar negeri," jelasnya.

Kemudian mobilisasi pekerja ke lokasi juga akan jauh lebih sulit. Sebab perizinan dan waktu karantina dan potensi overstay ini justru menimbulkan risiko pada keselamatan kerja.

"Mobilitas pekerja ke lokasi juga lebih sulit," ucapnya.

Selain itu lanjut Dwi, persetujuan pengurusan perizinan dapat memakan waktu lebih lama. tak hanya itu, kegiatan manufaktur peralatan migas untuk proyek juga tertunda sehingga menjadi lebih lama.

Selanjutnya, proyek offshore juga terganggu. Mengingat, keterbatasan jumlah personel yang berada di lokasi proyek untuk mengikuti protokol kesehatan dari pemeritnah.

Lalu produktivitas tenaga kerja sedikit menurun. Dan yang terakhir adalah produktivitas engineering dan konstruksi menjadi lebih rendah menyusul adanya WFH.

"Tenaga kerja dan engineering (produktivitasnya menurun)," jelas Dwi Soetjipto.

Latest Magazine

Our Sponsors







Maritime Events

24 - 26 August 2021
Radisson Golf & Convention Centre, Indonesia