Kapal Viking

Bangsa Viking merupakan perampok dan pedagang laut yang berasal dari Skandinavia. Periode yang dikenal dengan Zaman Viking berlangsung dari tahun 700 Masehi hingga 1.000 Masehi.

‘Viking’ merupakan nama yang diberikan kepada suku laut yang berasal dari Norwegia, Denmark, Finlandia dan Swedia. Pada zaman Viking banyak bangsa Viking yang berpergian ke negara lain, seperti Inggris dan Irlandia. Mereka menetap di sana sebagai petani dan pengrajin, ada pula yang pergi untuk berperang dan mencari harta karun.

Bagaimana kita tahu tentang bangsa Viking?
Para arkeolog telah mempelejari sisa-sisa pertanian, desa dan kota-kota bangsa Viking dan telah memberikan gambaran gaya hidup mereka. Kuburan memberikan informasi yang banyak tentang cara hidup bangsa Viking, karena beberapa orang Viking yang penting dikuburkan beserta harta mereka. Beberapa kapal yang terkubur atau tenggelam telah ditemukan, dan telah membantu kita lebih memahami teknologi pelayaran mereka.

Kapal jenis apa yang dimiliki bangsa Viking?
Bangsa Viking membuat berbagai jenis kapal, dari kapal kecil untuk nelayan dan kapal feri, hingga kapal panjang mereka yang terkenal. Semua terbuat dari papan kayu, biasanya kayu pohon ek, yang ditumpuk dan dipaku menjadi satu. Kapal-kapal itu dibuat kedap air dengan mengisi ruang antara papan kayu dengan wol, lumut maupun bulu hewan, dicampur dengan tar atau lemak. Kapal-kapal tersebut memiliki bentuk panjang dan sempit, dengan lambung kapal yang dangkal. Berarti mereka bisa digunakan pada perairan dangkal.

Bangsa Viking menggunakan kapal panjangnya untuk menyerang dan membawa prajurit mereka. Seringkali, haluan (bagian depan) kapal dihiasi dengan ukiran kepala binatang – seperti naga atau ular.

Kapal kargo digunakan untuk mengangkut bahan perdagangan dan harta benda. Mereka lebih lebar dibandingkan kapal panjang dan berlayar lebih lambat. Dek papan hanya diletakkan di ujung kapal, sehingga ada ruang tersisa di bagian tengah untuk kargo.

Bagaimana kapal Viking bergerak?
Kapal-kapal tersebut digerakkan dengan dayung ataupun dengan angin, dan memiliki satu layar berbentuk persegi, yang kemungkinan besar terbuat dari wol. Potongan kulit dijahit menyilang pada wol untuk menjaga bentuknya saat basah. Kapal Viking juga memiliki dayung. Dayung kemudi atau ‘papan kemudi’ digunakan untuk mengendalikan kapal. Ia diikat pada sini kanan kapal di bagian buritan (belakang).

Bagaimana kehidupan di laut bagi bangsa Viking?
Tidak ada tempat berlindung di atas kapal. Pada malam hari, bangsa Viking mungkin menarik kapal-kapalnya ke daratan. Mereka akan menurunkan layar dan meletakkannya di atas kapal untuk membuat tenda tempat istirahat. Atau, mereka akan membuat tenda yang terbuat dari wol di pantai. Jika awak kapal ada di tengah lautan mereka akan tidur di dek kapal dan menggunakan selimut yang terbuat dari kulit binatang.

Makanannya adalah daging atau ikan yang dikeringkan ataupun diasinkan. Itu hanya bisa dimasak jika awak kapal sedang berada di daratan. Minuman mereka adalah air, bir atau susu asam.

Kesulitan hidup di atas kapal, terutama di lautan yang berbahaya, membuat bangsa Viking tidak berlayar pada musim dingin tetapi menunggu hingga musim semi.

Bagaimana bangsa Viking menavigasi?
Bangsa Viking tidak menggunakan peta. Mereka memiliki berbagai cara untuk mengetahui di mana mereka berada dan ke arah mana mereka harus pergi. Mereka melihat posisi matahari dan bintang. Mereka melihat warna laut, arah ombak bergerak dan arah angin bertiup. Mereka memperhatikan burung-burung dan juga bisa mencium bau jika mereka berada dekat dengan daratan. Sangat tidak mungkin mereka memiliki kompas, walaupun beberapa dari Viking mungkin menggunakan instrumen yang disebut papan bayangan matahari untuk membantu mereka menavigasi.

Ke mana bangsa Viking bepergian?
Pedagang Viking berkeliling di sepanjang pantai Eropa untuk berdagang. Dengan berlayar ke arah Selatan di sepanjang danau dan sungai Rusia dan Jerman, mereka dapat bertemu dengan pedagang dari Arab dan negara-negara bagian Timur. Bangsa Viking melakukan perjalanan yang lebih jauh saat mencari tempat untuk menetap, hingga ke Islandia, Greenland, Kanada dan Amerika Utara.

Barang-barang apa yang mereka perdagangkan?
Produk-produk yang bangsa Viking ekspor dari Skandinavia termasuk gading walrus, tulang ikan paus, dan kulit-kulit binatang seperti rubah, beruang dan berang-berang. Mereka juga membawa amber, resin fosil yang dipotong dan dipoles menjadi manik-manik, liontin dan bros. Semua produk alami ini diperdagangkan di negara yang berbeda-beda.

Di Inggris, bangsa Viking ingin mendapatkan gandum, wol, madu dan timah. Mereka membeli garam dan anggur dari Perancis, dan gelas dari Italia. Gelas ini seringkali didaur ulang dan dibentuk menjadi manik-manik untuk kalung. Dengan melakukan perjalanan sepanjang sungai di Rusia, pedagang dari timur dapat memasok barang mewah seperti sutra, perak dan rempah-rempah.

Latest Magazine

Our Sponsors







Maritime Events

24 - 26 August 2021
Radisson Golf & Convention Centre, Indonesia