Rencana Jepang Membangun Sistem Pertahanan Rudal Di Laut Menghadapi Biaya Yang Tinggi

TOKYO: Membangung markas sistem pertahanan rudal Jepang di laut mungkin membutuhkan setidaknya dua kali lipat biaya yang dibutuhkan untuk rencana sebelumnya yang kini ditinggalkan untuk markas darat Aegis Ashore dan menundanya hingga tahun 2028, kata seseorang yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters.

Dilengkapi dengan radar Lockheed Martin Corp yang kuat, sistem Aegis Ashore milik Jepang dimaksudkan untuk mencegat serangan rudal dari Korea Utara dan tempat lain. Pada bulan Juni, menteri pertahanan Taro Kono menangguhkan rencana pembangunan dua markas darat, yang akan menelan biaya pembangunan sekitar 2 miliar Dolar Amerika, dengan alasan ada kemungkinan roket pendorong bisa jatuh di kawasan penduduk setempat. Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk pembangunan sistem di atas plaform laut atau kapal.

Pejabat kementerian pertahanan mempertimbangkan beberapa proposal, termasuk menempatkan Aegis di atas platform yang serupa dengan rig minyak, atau di atas kapal dagang maupun kapal angkatan laut. Pengganti Kono, Nobuo Kishi, telah mengatakan bahwa dia akan membuat keputusan mengenai masa depan Aegis Ashore pada akhir tahun. Penundaan dan biaya yang tinggi dapat menghidupkan kembali dukungan untnuk markas darat, di mana keuangan publik Jepang tertekan oleh utang yang diperburuk oleh pengeluaran bantuan ekonomi akibat pandemi coronavirus.

Seorang pejabat kementerian pertahanan mengatakan bahwa dia tidak mengetahui perkiraan biaya baru dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun pertahanan ridal di laut. Baterai Aegis Ashore berbasis darat dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2025. Beberapa proposal tersebut masing-masingnya dapat menelan biaya sebesar 4 miliar Dolar Amerika, dan tidak termasuk rudal pencegat serta biaya operasional lainnya, di mana biaya tersebut akan lebih tinggi daripada markas darat karena biaya bahan bakar, pemeliharaan dan kru yang lebih banyak, kata seseorang yang mengetahui masalah itu, yang telah melihat perkiraan yang dibahas oleh pejabat-pejabat kementerian pertahanan.

Orang tersebut menolak untuk diidentifikasikan karena sensitivitas rencana tersebut. Sebuah kapal perusak memiliki sekitar 300 pelaut, kira-kira 10 kali lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk markas darat, menurut kementerian pertahanan Jepang. Dilengkapi dengan rudal pencegat yang dirancang untuk menghantam hulu ledak di luar angkasa, radar Lockheed Martin SPY-7 milik Aegis Ashore memiliki setidaknya tiga kali jangkauan radar Aegis yang sudah ada di kapal perang Jepang.

"Kami di sini untuk mendukung apa pun kebutuhan Jepang, dan dalam benak kami, tidak ada opsi yang salah", kata Tom Rowden, wakil presiden yang bertanggung jawab atas usaha Rotary and Mission System Lockheed di luatr negeri, termasuk Aegis Ashore di Jepang. "Fokus utama kami di sini adalah memberikan Jepang kemampuan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan negara mereka."

Pada tahun 2019, Jepang memasukkan Tiongkok ke dalam daftar ancaman mereka untuk pertama kalinya, menunjuk pada pengeluaran pertahanan dan manuver Beijing yang terus meningkat. Jepang juga mengatakan khawatir tentang meningkatnya kegiatan Rusia di sekitar Jepang. Meskipun Jepang biasanya membayar mahal untuk proyek militer buatan Amerika Serikat melalui program Penjualan Militer Asing pemerintah Amerika Serikat, Jepang membeli SPY-7 langsung dari Lockheed dan telah membayar setengah dari kontrak militer senilai 300 juta Dolar Amerika.

Kemungkinan Aegis Ashore bermarkas di laut telah mendorong Raytheon Technologies, yang gagal mendapatkan kontrak karena Lockheed pada tahun 2018, untuk mempromosikan radar SPY-6 nya kepada Jepang.

Pejabat kementerian pertahanan mengatakan mereka lebih memilih SPY-7 dan akan tetap menggunakannya. Namun beberapa anggota parlemen yang berpengaruh dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, seperti mantan wakil menteri pertahanan dan wakil menteri luar negeri Masahisa Sato, lebih memilih SPY-6 karena rencana Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menggunakannya di kapal perusak Aegis Ashore yang baru.

Latest Magazine




Our Sponsors







Maritime Events

3 - 5 August 2021
Radisson Golf & Convention Centre, Indonesia