Wawancara Eksklusif: Digitalisasi Kapal Berukuran Kecil dan Menengah di Indonesia

Susan Tricia, editor Majalah The Maritime Voice Indonesia telah berhasil mendapatkan wawancara singkat dengan Nabil Ben Soussia, Direktur Utama IEC Telecom divisi Asia, Timur Tengah dan CIS tentang pandangannya terhadap digitalisasi kapal berukurang kecil & menengah di Indonesia.

Susan: Bisakah anda berbagi sedikit mengenai pengalaman anda di industri kelautan dan latar belakang perusahaan anda secara sederhana kepada pembaca kami?

Nabil: IEC Telecom memiliki pengalaman yang signifikan dalam melayani berbagai sektor industri kelautan global, menyediakan berbagai solusi individual.

Berkat terobosan kemitraan kami dengan penyedia layanan satelit terkemuka, EIC dapat menyediakan pengguna kelautan dengan sistem komunikasi yang lebih canggih, andal dan efektif, membantu mereka menjaga konektivitas suara dan data di mana pun mereka berada di dunia.

Kami menawarkan rangkaian sistem terintegrasi, produk, dan solusi jaringan untuk memberikan solusi lengkap kepada pelanggan kami, dengan manfaat dari keahlian rancangan dan teknik tim internal kami, semua itu didukung oleh nilai tambah layanan kami.

Selain itu, IET Telecom memiliki pengalaman yang luas dalam menyediakan layanan pelacakan dan IoT untuk semua jenis kapal.

Susan: Solusi terbaru anda ditargetkan kepalda kapal berukuran Kecil dan Menengah, sebuah segmen yang menurut anda kurang terlayani, menurut anda seberapa baik ini akan berhasil pada industri kelautan Indonesia?

Nabil: Indonesia akan meningkatkan produksi minyak untuk mengurangi ketergantungan impor. Untuk itu, pemerintah menargetkan produksi 1 juta barel minyak mentah per hari pada tahun 2030.

Untuk memastukan operasi yang efisien, terutama sehubungan dengan pembatasan akibat Covid-19, peningkatan komunikasi antara armada OSV akan menjadi hal yang penting. Solusi kami akan merubah cara sistem operasional dikelola.

Misalnya, mari kita bahas kebutuhan dasar komunikasi, seperti ketersediaan layanan suara di atas kapal. Solusi yang paling umum adalah melalui perangkat genggam satelit. Ini tentunya akan menyediakan konektivitas antara lautan dan daratan, namun telepon genggam satelit mungkin akan ditinggalkan tanpa pengawasan atau diletakkan di area tanpa sinyal sehingga OSV menjadi tidak bisa dihubungi oleh penelepon dari daratan. Marinestar, salah satu produk utama kami untuk pasar Indonesia akan memungkinkan spektrum layanan yang lebih luas dengan biaya yang lebih bersaing. Terminal dengan sirkuit sakelar tunggal di atas kapal akan mencakup kebutuhan komunikasi suara, tetapi juga memungkinkan pelacakan, kesejahteraan awak kapal dan jaminan ketersediaan untuk setiap panggilan masuk.

Solusi target lain untuk pasar Indonesia, adalahh produk Orion Edge V kami yang baru. Dirancang untuk kapal berukuran kecil dan menengah, ia merupakan aset yang sempurna untuk mendukung permintaan digitalisasi yang terus meningkat pada sektor minyak & gas lepas pantai di wilayah tersebut. Orion Edge mengubah cara penggunaan satelit L-band, memungkinkan pengalaman serupa VSAT melalui terminal MSS yang terpadu. Layanan seperti konferensi video, telemedis, perawatan jarak jauh yang sebelumnya hanya tersedia pada kapal berukuran besar, kini tersedia pada kapal yang lebih kecil juga – berkata Orion Edge V.

Perikanan Indonesia juga penting secara global. Industri perikanan mempekerjakan sekitar 12 juta warga Indonesia dan perairan negara tersebut mendukung ekosistem lebih dari 3.000 spesies ikan bertulang dan lebih dari 850 spesies ikan hiu, pari dan chimaera. Sayangnya mayoritas perikanan di Indonesia dieskpolitasi secara berlebihan, dan praktik penangkapan ikan ilegal masih sering ditemui. Orion Edge V menyediakan paket layanan pelacakan kapal dan pembatasan wilayah, yang akan memfasilitasi kepatuhan terhadap peraturan pemerintah dan mendukung otoritas lokal dalam memantau perairan mereka untuk setiap aktivitas penangkapan ikan ilegal.

Susan: Saat ini Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar industri kelautan terbesar di wilayah ASEAN (Asia Tenggara) dengan jumlah pulau yang sangat banyak, namun karena keterbatasan pengetahuan teknologi para pemilik kapal berukuran kecil, apa strategi anda untuk mencapai pasar ini,mendidik mereka dan memastikan mereka akan mengadopsi teknologi anda pada akhirnya?

Nabil: Solusi kami dirancang untuk mendukung pengguna akhir dengan meningkatkan efisiensi operasi, standar kesejahteraan dan tingkat keamanan siber. Untuk meyakinkan pelanggan, penyedia layanan harus mengerti tantangan dan persyaratan spesifiknya dalam masing-masing bidang terbsebut.

Dalam pendekatan kami, kami bergantung kepada pengetahuan pasar dan tentu saja, keahlian mitra kami di area tersebut. IEC Telecom memiliki kantor perwakilan untuk setiap wilayah, termasuk Asia-Pasifik dengan kantor di Singapura. Selain itu, kami sekarang sedang dalam proses penunjukkan mitra lokal untuk memastikan layanan kami diberikan untuk memenuhi permintaan lokal di sektor kelautan Indonesia, termasuk kepatuhan terhadap peraturan nasional, permintaan khusus pasar dan lingkungan budaya.

Susan: Perbedaan budaya dan bahasa dapat menjadi tantangan yang menakutkan bagi perusahaan asing yang memasarkan ke Indonesia, apakah IEC Telecom memiliki rencana untuk mendirikan pusat dukungan atau menunjuk distributor resmi di Indonesia untuk mendukung pemilik kapal lokal, apabila anda mulai melihat peningkatan pengadopsi solusi anda? Jika tidak, apa rencana anda untuk mengatasi tantangan tersebut?

Nabil: Keberhasilan bergantung pada kemitraan dan kini IEC Telecom bekerja mengembangkan jaringannya di seluruh Indonesia. Sebagai penyedia layanan global, IEC Telecom menghadirkan teknologi baru, pengalaman internasional, dan layanan dukungan jarak jauh 24 jam setiap harinya. Sebagai imbalannya, mitra lokal kami akan memperkaya penawaran kami dengan wawasan pasar mereka, tim instalasi berbasis lokal serta pengetahuan berbisnis di Indonesia dari sudut pandanng hukum dan budaya.

Susan: Pembiayaan merupakan perhatian utama dan biasanya menjadi rintangan bagi pemilik kapal berukuran kecil yang ingin mendigitalisasi, apa pendekatan IEC Telecom untuk meredakan kekhawatiran tersebut dan membantu mereka membenarkan investasi semacam ini terutama selama pandemi?

Nabil:Kami mengerti dari banyak pemilik kapal berukuran kecil bahwa proses digitalisasi terlihat sebagai proses yang mahal, tetapi mereka juga menyadari itu merupakan proses yang penting agar mereka tetap berdaya saing dan efisien. Dengan pemikiran ini kami mengambangkan Orion Edge V. Perangkat ini dilengkapi untuk mendukung meingkatnya permintaan untuk konektivitas di atas kapal, namun tetap menjadi salah satu solusi yang paling terjangkau di pasar.

OrionEdge V ditawarkan dengan rencanan langganan berbasis proyek dan tarif fleksibel; saldo komunikasi bisa dibagikan di seluruh armada dan bukan dibatasi ke masing-masing kapal. Sistem tersebut sangat ringan dan mudah dipasang. Sementara pemasangan VSAT memerlukan biaya logistik yang rumit dan mahal, termasuk menyewa derek angkat berat, OrionEdge V bisa dipindahkan oleh seorang insinyur dari satu kapal ke kapal lain dalam hitungan jam. Selain itu, OrionEdge V berfungsi menggunakan platform virtual, yang berarti konfirgurasi sistem bisa dirubah dan ditingkatkan dari jarak jauh, baik oleh tim dukungan 24 jam IEC Telecom maupun manajer IT / armada ICT. Yang berarti, perusahaan bisa mengoptimalkan anggaran Sumber Daya Manusia dengan bergantung kepada perawatan jarak jauh daripada menempatkan insiyur cadangan di lokasi.

OrionEdge mengoptimalkan pengalaman pengguna hingga 2 MB yang menyediakan layanan serupa VSAT di atas kapal berukuran kecil. Artinya teknologi seperti konferensi video, IoT, peningkatan kesejahteraan awak kapal, telemedis dan banyak lainnya kini tersedia di segmen pasar ini. Selanjutnya efisiensi kapal berukuran kecil dan menengah akan meningkat, sementara biaya operasional akan berkurang sebagai akibat dari peningkatan digitalisasi. Dialporkan bahwa rata-rata adopsi digitalisasi mengurangi biaya operasional sebanyak 30%.

Susan: Tahun 2020 telah menimbulkan banyak tantangan pada industri kelautan internasional, dalam opini anda, apa yang anda harapkan dapat terlihat di industri antaara tahun 2021 hingga 2022 dan jenis pertumbuhan apa yang dapat EIC Telecom harapkan di kawasan ASEAN

Nabil: Tidak diragukan lagi tahun 2020 telah menjadi tahun yang penuh peristiwa, namun pada masa krisis ini kami melihat kesempatan yang bagus untuk berubah. Selain digitalisasi, pandemi telah mempercepat virtualisasi layanan. Digitalisasi adalah suatu keharusan agar tetap berdaya saing.

Kami melihat dalam waktu dua tahun, 87% perusahaan di Asia Pasifik akan masuk dalam perjalanan transformasi digital, lebih maju daripada rekan-rekan mereka di Eropa dan Amerika.

Asia Pasifik beada di ambang pertumbuhan yang perkembangan yang drastis dalam dua tahun ke depan dan kami senang menjadi bagian darinya.

Tentang IEC Telecom

Grup IEC Telecom adalah salah satu penyedia layanan komunikasi satelit terkemuka. Terkenal karena menyediakan solusi komunikasi satelit berkualitas tinggi selama lebih dari 25 tahun, IEC Telecom menghadirkan layanan suara dan data pada waktu dan tempat yang dibutuhkan. Kami memungkinkan digitalisasi bagi industri kelautan serta unit jarak jauh di daratan, di mana jaringan GSM tidak tersedia. Untuk jaringan perkotaan, kami menyediakan cadangan satelit yang kuat untuk memastikan keberlangsungan usaha pelanggan kami. IEC Telecom memiliki hubungan bisnis jangka panjang dengan semua operator satelit utama. Sebagai mitra strategis bagi Inmarsat, Iridium, Thuraya, and Yahsat, kami berada di posisi unik untk mendukung organisasi dengan operasiona global serta menawarkan berbagai macam paket untuk penggunaan tiap daerah kepada pelanggan di wilayah.

Latest Magazine




Our Sponsors







Maritime Events

3 - 5 August 2021
Radisson Golf & Convention Centre, Indonesia