Terminal APM Memperkenalkan API untuk Merubah Data Terminal Masa Depan

Termintal APM (APMT) telah memperkenalkan aksesibilitas antarmuka pemograman aplikasi (application programming interface / API) untuk membangun rantai pasokan digital yang lebih kuat bagi pelanggan logistik. API memungkinkan data dikirim hanya dalam hitungan detik langsung dari sistem operasi terminal ke sistem manajemen transportasi dan logistik milik pelanggan.

"Kami telah mengembangkan API dengan pelanggan yang memerlukan data langsung untuk memberikan mereka gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat penyimpanan di terminal," kata David Francis, Kepala Bagian Solusi Pelanggan Digital di Terminal APM.

Setelah pelanggan menanyakan mengenai suatu penyimpanan maupun beberapa penyimpanan sekaligus, mereka akan menerima status penyimpanan terbaru secara langsung. "Dengan menciptakan integrasi yang lebih baik dengan data kami melalui API, kami bisa meningkatkan pengambilan keputusan pelanggan kami dan menghilangkan ketidakefisiensian rantai pasokan, yang merugikan industri miliaran Dolar setiap tahun," jelasnya.

Selama pandemi, masalah visibilitas muatan telah diperburuk karena, antara lain, pembatasan transportasi dan perjalanan, pengurangan kapasitas dan pengendalian tambahan ekspor impor. Pada saat yang bersamaan, pola permintaan berubah dalam waktu semalaman karena pekerja mulai bekerja dari jarak jauh. "Belum pernah sebelumnya, kecepatan dan visibilita menjadi kunci untuk meningkatkan arus barang dan dalam mengelola ekspektasi," kata Francis.

Pengalaman dalam pengiriman sama pentingnya dengan produk

Peningkatan eksponensial dalam perdagangan digital dan permintaan pengiriman ke rumah yang mendesak karena pandemi COVID-19 telah menyoroti fakta bahwa bagi sebagian pelanggan, pengalaman dalam pengiriman menjadi bagian penting dari produk itu sendiri. Bagi perusahaan yang ingin unggul berkompetitif sangat penting untuk melakukannya dengan benar.

Pada saat ini, perusahaan logistik menghabiskan banyak waktu untuk menelepon dan mengirim surel untuk pembaruan status muatan. Dalam beberapa bulan terakhir, hal ini diperburuk dengan adanya kargo penting untuk dukungan medis dan penundaan karena kurangnya tenaga kerja. Selain tidak efisien dalam hal sumber daya manusia, hal ini juga dapat menyebabkan kesalahan dan keterlambatan.

Sebuah langkah maju dari EDI

Perusahaan logistik yang lebih besar dapat mengandalkan Pertukaran Data Elektronik (Electronic Data Interchange / EDI), yang telah umum digunakan sejak tahun 1970. Namun, seiring berkembangnya kemampuan internet, penggunaan API memainkan peranan yang semakin penting, menawarkan integrasi yang lebih mudah ke ekosistem digital yang digunakan pelanggan.

Pengemasan dan pengiriman data menggunakan EDI dapat, dalam beberapa skenario, mengakibatkan data terlambat beberapa jam, meningkatkan kemungkinan mitra rantai pasokan menggunakan data yang tidak tepat dalam mengambil keputusan. Hal ini membuat API dari APMT menjadi solusi yang ideal bagi perusahaan pengiriman, pengangkutan darat, pemilik dan pengelola muatan, serta agregator yang memroses dalam jumlah besar.

Aawalnya, APMT membuat API untuk melacak ketersediaan impor pada tingkat peti kemas termasuk di dalamnya data peti kemas, waktu perkiraan ketibaan dan tanggal pelepasan muatan dari kapal, status peti kemas, penahana peti kemas, dan apakah penunjukan truk telah dilakukan.

Perusahaan tersebut juga menawarkan API untuk melacak jadwal kapal dalam waktu nyata, termasuk waktu kedatangan dan keberangkatan, serta batas waktu pengiriman berdasarkan jenis peti kemas.

Implementasi API yang cepat, menghemat waktu dan menciptakan daya saing digital

API dari APMT menggunakan standar protokol yang sudah dikenal, berarti implentasinya oleh pelanggan sangatlah cepat, dapat diproses sekaligus sehingga menghemat waktu dan sumber daya TI. Seluruh pemeliharaan API dilakukan oleh APMT.

Lokasi pertama yang mendukung API untuk ketersedian impor dan jadwal kapal adalah Pelabuhan APMT 400 di Los Angeles, California – terminal peti kemas swasta terbesar di Amerika Utara dan yang merupakan jalur Pasifik untuk keluar masuk Amerika Serikat, beserta Pelabuhan Elizabeth APMT - terminal peti kemas terbesar di Pesisir Timur yang berfungsi sebagai jalur Atlantik untuk keluar masuk Amerika Serikat dan Kanada – serta APMT Mobile di Alabama – jalur keluar masuk Teluk Amerika Serikat untuk daerah Tenggara, Barat Tengah dan Kanada Tengah.

Lima belas terminal lagi dalam portofolio global perusahaan akan ditambahkan di akhir tahun.

Latest Magazine




Our Sponsors







Maritime Events

3 - 5 August 2021
Radisson Golf & Convention Centre, Indonesia