Kapal-Kapal yang Membawa Bensin akan Melepas Muatan di Indonesia

Dua dari enam kapal tanker yang digunakan untuk membawa bensin di Asia telah tiba di Indonesia, dengan pengiriman ke importir bensin terbesar di Asia diperkirakan akan menungkat dibandingkan dengan bulan Mei karena Pertamina mengisi kembali persediaan, menurut sumber industri dan data pengiriman Refinitiv.

Permintaan bahan bakar Indonesia telah menurun selama kuartal kedua dan persediaan meningkat sejak pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengekang penyebaran coronavius, mendorong perusahaan untuk menyimpan bensin di atas kapal di lepas pantai Singapura dan Malaysia.

Kapal tanker - Sloane Square seukuran Alframax, disewa oleh Equinor dan membawa bensin Norwegia, serta SCF Prudencia seukuran Panamax yang disewa oleh Pertamina, tiba di pelabuhan Merak dan Tuban di Indonesia, dalam seminggu terakhir.

Kapal-kapal tersebut dapat mengangkut lebih dari 120.000 ton (1 juta barel) bensin saat terisi penuh. Pengiriman direncanakan akan "menjaga tingkat persediaan kami", kata juru bicara Pertamina, meskipun permintaan bahan bakar Indonesia pada bulan Mei hingga hari Rabu, masih 27% dibawah tingkatan di bulan Februari. Persediaan bahan bakar turun pada bulan Mei ketika kilang di Balikpapan ditutup untuk pemeliharaan.

Equinor menolak untuk memberikan komentar.

Impor Indonesia pada bulan Juni diestimasikan akan berkisar sekitar 7 juta barel, kata seorang sumber perdagangan yang melacak pembeliannya dengan cermat.

Angka ini naik dari bulan Mei yang diperkirakan antara 5 juta hingga 6 juta barel, setengah dari rata-rata bulanan di tahun 2019 dan di bawah impor Februari di angka 8 juta barel, menurut data dari Refinitiv Oil Research.

Kapal ketiga, Nordvenus sukuran Panamax, disewa oleh Pertamina pada bulan April untuk menyimpan bensin, melepaskan muatannya di Singapura pada bulan Mei, seperti yang ditunjukkan oleh data Refinitiv.

"Ketika negara-negara keluar dari penutupan akses dan ketika aktivitas ekonomi berlangsung, kami mengharapkan pemulihan bertahap atas permintaan produk minyak selama 2 hari ke depan. Di antara bahan bakar utama, pemulihan permintaan bensin akan datang lebih awal," kata Sri Paravaikkarasu, direktur bahan bakar Asia di perusahaan konsultan, FGE.

Margin penyulingan bensin di Asia telah kembali ke angka premium senilai 37 sen di atas harga minyak Brent pada tanggal 3 Juni untuk pertama kalinya dalam dua minggu. {GL92-SIN-CRK}

"Margin bensin tidak stabil meskipun adanya permintaan pemulihan, karena waktu yang dibutuhkan agar kelebihan muatan dapat diserap," kata KY Lin, juru bicara Formosa Petrochemical Corp yang mengoperasikan kilang dengan hasil 540.000 barel per hari (bpd) di Mailiao, Taiwan.

"Tetapi permintaan untuk nafta, secara keseluruhan, akan membantu mengangkat seluruh dislitasi ringang yang penting."

Latest Magazine




Our Sponsors







Maritime Events

3 - 5 August 2021
Radisson Golf & Convention Centre, Indonesia